Hati-hati! Memuji si cilik dengan sembarangan dapat menyebabkan ia tumbuh menjadi pribadi yang mudah menyerah.

Sebagai orangtua, beberapa dari kita mungkin sering memuji betapa pintarnya si cilik agar ia percaya diri dan semakin termotivasi untuk belajar. Tetapi, pujian seperti itu justru dapat berakibat buruk pada perkembangan mentalnya, lho. Ketika si cilik mendapat nilai bagus dan kita memuji bakat pintarnya, pemahaman bahwa prestasi hanya bisa diperoleh dengan bakat pintar akan mendominasi dirinya. Akibatnya, dia menjadi kurang termotivasi untuk belajar. Sebab, dia percaya bahwa dia pada dasarnya sudah pintar. Ketika ia menghadapi kesulitan dalam belajar, ia akan mudah menyerah. Si cilik kurang tertantang untuk belajar menyelesaikan kesulitan tersebut karena jauh di alam bawah sadarnya, hal itu tidak sejalan dengan ide yang kita tanamkan bahwa ia memiliki bakat pintar. Untuk belajar pun dia gengsi. Karena menurutnya, hanya orang yang tidak punya bakat pintar alias bodoh lah yang harus belajar keras siang dan malam.

Lalu, apa yang harus kita lakukan agar si cilik tumbuh cerdas dan tahan banting? Apakah kita tidak boleh memberi pujian pada si cilik? Apakah ada semacam rahasia mengasuh anak agar cerdas dan tahan banting?

Pujilah Kerja Keras si Cilik!

bayi-tanganSebenarnya rahaisa mengasuh anak agar cerdas dan tahan banting, mudah sekali dilakukan. Daripada kita membuang waktu memuji si cilik bahwa ia memiliki bakat pintar, lebih baik kita memuji kerja kerasnya ketika ia mencapai prestasi yang baik. Cara ini sudah terbukti dengan berbagai penelitian yang dilakukan para ilmuwan selama tiga dekade, lho. Carol S. Dweck sebagai salah satu peneliti dan perangkum berbagai penelitian mengenai tema terkait, menemukan fakta mengejutkan bahwa si cilik yang dipuji karena kerja kerasnya akan tumbuh lebih tahan banting, dan karenanya juga lebih cerdas, dibanding si cilik yang kita sugesti bahwa dia memiliki bakat pintar.

Sederhana saja logikanya. Ketika kita memuji kerja keras si cilik, secara tidak langsung kita telah membuatnya termotivasi dan percaya bahwa prestasi bisa dicapai dengan sebuah usaha. Prestasi bukan hasil bakat pintar yang sifatnya “pemberian”, melainkan hasil proses yang tidak mudah. Sedikit contoh pujian berikut ini, bisa Anda terapkan untuk si cilik:

· Wah, nilainya bagus sekali! Anak mama memang rajin belajar!
· Gambarnya bagus! Anak mama memang selalu memperhatikan pelajaran yang diberikan Pak/Bu Guru!
· Ini ujiannya sulit, lho? Kok kamu bisa sih? Mama bangga sekali! Pasti ini karena kamu belajar rutin setiap hari!

Selain memberikan pujian yang fokus pada proses ia meraih prestasi, kita juga bisa memotivasi si cilik dengan cerita mengenai orang-orang sukses yang bisa karena berusaha. Misalnya, daripada menceritakan ilmuwan yang memang pantas dipuji karena dia jenius, kita juga harus menceritakan bagaimana perjuangan mereka. Kisah Thomas Alva Edison, misalnya. Dengan menceritakan kisah Edison, si cilik dapat belajar mengenai pentingnya kerja keras dan pantang menyerah untuk mencapai kesuksesan maksimal.

Nah, demikian rahasia mengasuh anak agar cerdas dan tahan banting. Semoga bermanfaat!

Sumber : http://www.scientificamerican.com/article/the-secret-to-raising-smart-kids1/