Ada baiknya orang tua memiliki langkah bijak bila anak dibully baik dilingkungan sekolah maupun di lingkungan bermain mereka lainnya. Berikut 9 langkah yang harus dilakukan secepatnya:

  1. Berikan waktu untuk mendengarkan anak.
    Terkadang buah hati yang sedang memiliki masalah enggan menceritakannya kepada orang tua, bukan karena mereka tidak mau, melainkan orang tua yang terlalu sibuk sehingga jarang mendengarkan curhat si cilik. Mulailah coba dekati buah hati Anda perlahan dan tanyakan keadaannya di lingkungan sekolah atau di mana dia beraktivitas dengan teman-teman lain.
  2. Berikan dukungan dan coba dengarkan masalah mereka.
    Orang tua tidak harus selalu berusaha memberikan solusi atas masalah yang terjadi pada si cilik. Padahal hal yang perlu dilakukan hanya tinggal duduk tenang dan dengarkan curhat sang buah hati karena terkadang mereka tidak menginginkan nasihat tetapi dukungan dan telinga orang tua untuk mendengar.
  3. Sarankan anak untuk memperluas pergaulan mereka.
    Sarankan si cilik untuk memperluas pergaulan tidak hanya di sekolah tetapi di tempat lain seperti tim olah raga, teater, grup pemuda, lingkungan rumah, dan sebagainya. Dengan begini apabila si cilikdibully di sekolah, dia tetap mendapatkan teman-teman baik yang mendukungnya di tempat-tempat lain.
  4. Jangan berkata jelek tentang teman-teman yang membully si anak.
    Kita sebagai orang dewasa adalah panutan bagi si cilik, oleh karena itu hindari berkata jelek tentang mereka yang membully si cilik. Hal ini baik sebab siapa tahu suatu saat nanti, buah hati Anda bisa kembali berteman atau memiliki kesempatan berteman dengan mereka yang sudah membully-nya.
  5. Bantu anak untuk memahami bahwa pertemanan yang hancur bukanlah suatu kegagalan.
    Katakan kepada anak bahwa masalah yang sedang dia Support Anakhadapi dengan teman-temannya bukanlah suatu kegagalan untuknya, melainkan bisa menjadi bagian di mana si cilik dapat tumbuh dewasa dan menjadi lebih kuat.
  6. Ajarkan anak untuk menghindari mereka yang suka melakukan bully.
    Jika si kecil berkali-kali tetap disakiti maka orang tua dapat mengajarkan mereka untuk menghindari teman-teman yang suka membully. Jika teman tersebut membuat si cilik merasa tidak nyaman maka salah satu dari 9 cara bijaksana yang dilakukan bila anak dibully adalah dengan menghindari mereka yang melakukan bully dan tidak perlu mencari masalah.
  7. Ajarkan anak untuk tidak berlaku kasar terhadap teman yang suka membully.
    Anda bisa ajarkan kepada si kecil untuk tidak berkata kasar dan menjelekkan temannya yang suka membully. Arahkan dia ke aktivitas-aktivitas dan pertemanan yang baik dan membuat dia merasa lebih nyaman. Lagipula dengan cara ini, maka orang tua dapat membantu kepribadian yang baik untuk si cilik.
  8. Arahkan anak untuk tidak banyak terlibat dalam kegiatan media sosial.
    Bully bisa terjadi tidak hanya di dunia nyata, melainkan dapat terjadi pula di dunia maya. Oleh karena itu, orang tua harus mulai dapat mengarahkan si cilik agar menghindari pertengkaran di dunia maya. Namun, bukan berarti melarang si kecil untuk tidak boleh main di media sosial sama sekali. Orang tua hanya perlu menasihati buah hati untuk terlibat dalam kegiatan yang tidak perlu atau tidak menyehatkan.
  9. Orang tua harus memahami apa yang ada dibalik tingkah laku sang buah hati.
    Terkadang si kecil yang sedang ada dalam masalah, misal bully sering mengeluarkan kekesalan di rumah, mungkin dengan bertingkah laku nakal ataupun berkata kasar terhadap orang tua. Jangan ambil hati, dan pahami apa yang ada dibalik tingkah laku buah hati. Hal ini bukan berarti Anda mengijinkan si kecil berlaku tidak hormat, melainkan dekati dan bicarakan baik-baik apabila dia sedang ada masalah dan jangan langsung memarahi. Apabila orang tua langsung memarahi keras saat mereka kesal maka buah hati Anda pada akhirnya menjadi enggan bercerita.

Itulah beberapa langkah untuk mensupport si cilik, anda tidak ingin masalah ini berlarut – larut bukan?

 

Sumber: http://www.psychologytoday.com/blog/passive-aggressive-diaries/201410/what-parents-can-do-when-their-kids-friendships-end-badly